Monthly Archives: February 2012

menerima pemesanan kemeja

konveksi kami akhir akhir ini sedang menyelesaikan berbagai macam kemeja pesanan dari palanggan kami di berbagai kota di indonesia. kebanyakan pemesan kemeja bengkel adalah dari perusahaan perusahaan atau instansi yang digunakan untuk karyawan mereka. kemeja bengkel atau kemeja seragam biasanya di produksi dengan menggunakan material kain drill. untuk kain drill sendiri ada berbagai macam jenis, ada american drill, taipan tropical, japanese drill, ada juga produk lokal seperti putra mill, pasada, pernusa, ripstop dan berbagai macam jenis lainnya. contoh contoh desain kemeja seragam atau kemeja bengkel bisa diliat pada gambar dibawah ini atau bisa juga klik link berikut :

KEMEJA

http://4.bp.blogspot.com/-dPVRtEs4Hyg/VlKMi1_4mwI/AAAAAAAABGM/2WKL1heGxxU/s1600/kemeja%2Bseragam%2Blapangan%2BPLN%2B%25281%2529.jpg
kemeja bengkel tampak depan
http://3.bp.blogspot.com/-I95kVtlbycM/VlKMjr9r-WI/AAAAAAAABGU/uyuTYKTpeS0/s1600/kemeja%2Bseragam%2Blapangan%2BPLN%2B%25282%2529.jpg

kemeja bengkel tampak belakang

untuk anda yang sedang mencari konveksi di bandung dan pemesanan kemeja bengkel silahkan memesan langsung kepada kami dengan cara menghubungi contact person di website ini atau langsung emailkan desain anda ke email kami : starkonveksi@gmail.com

kisah inspirasi maju berbisnis konveksi kaos jaket

Fauzi memulai bisnis konveksinya dari membikin kaus seragam untuk murid-murid sekolah. Sekarang, ia sudah punya 55 unit mesin jahit yang di beli dari perusahaan Distributor Mesin Jahit yang terpercaya plus merangkul puluhan klien perusahaan besar.

Kendati tidak tampak luar biasa, jangan sepelekan bisnis kaus kelas. Kaus seragam ini, lazimnya, dipesan oleh murid-murid dalam satu kelas atau satu sekolah sekadar memperlihatkan kebersamaan mereka. Nah, tidak sedikit pengusaha yang mendulang sukses dari ikatan emosi anak sekolah ini. Salah satunya adalah Fauzi Ishak yang membangun usaha konveksinya dari membikin kaus kelas seperti ini.

Saat ini Fauzi memiliki usaha konveksi bernama BEKaos. Meski menyandang nama kaus, Fauzi justru lebih banyak menggarap seragam untuk perusahaan. “Sekitar 80% pekerjaan saya sekarang adalah menjahit uniform,” tutur bapak dari tiga anak ini. Misalnya, ia baru merampungkan pesanan dari Garuda Maintenance Facility senilai Rp 1,2 miliar. Selain itu, menurut Fauzi, ia juga menggarap seragam KPC, Freeport, Trakindo, serta Aerowisata Catering.

Untuk mengerjakan pesanan kaus, Fauzi memiliki 55 unit mesin jahit (Distributor Mesin Jahit) . Jika seluruh kapasitasnya dikerahkan, Fauzi mempekerjakan sekitar 70 orang karyawan. “Tapi, dalam kondisi sekarang, memang jarang penuh. Paling cuma 35 mesin saja yang jalan,” celetuknya.Ia juga punya cara sendiri untuk meladeni pelanggan yang memesan ribuan baju dengan tenggat mepet. Kebetulan, keluarga besar Fauzi punya usaha konveksi serupa di Bandung. “Jadi, saya potong di sini, lalu saya bagikan ke Bandung,” jelas Fauzi yang pernah menggarap 50.000 potong kaus pesanan dari Aceh yang harus rampung dalam waktu dua minggu.

bisnis konveksi kaos jaket tidak ada matinya

“Terima pesanan kaos, baju seragam, kemeja, setelan training baik dalam jumlah besar atau kecil”. Demikian bunyi salah satu iklan baris di sebuah harian ibukota edisi online. Tawaran sejenis tidak hanya satu, melainkan ada beberapa.

Bisnis konveksi terus menjadi tren di kalangan pebisnisnya. Permintaan akan produk konveksi datang silih berganti dalam jumlah partai kecil hingga besar. Order dari komunitas-komunitas yang ingin menyelenggarakan acara tertentu, pakaian seragam dari sekolah-sekolah di setiap tahun ajaran baru, seragam karyawan dari perusahaan-perusahaan, dan permintaan berbagai macam konveksi untuk kepentingan pemilihan umum dan sebagainya.

Setidaknya ada beberapa hal harus dimiliki agar dapat mengembangkan bisnis ini dengan baik. Pertama adalah ketekunan dari pebisnis. Pengalaman sebuah usaha keluarga yang sekarang diberi nama PT Giordano Promandiri, pada saat berdiri hanyalah sebuah toko. Namun karena melihat peluang yang besar, usaha ini akhirnya memproduksi sendiri permintaan pelanggan dalam bentuk barang siap pakai sesuai keinginan pelanggan, dimulai pada tahun 2000. Produk ditawarkan beragam, mulai dari seragam pabrik atau kantor, t-shirt, jaket, topi, kaos hingga permintaan barang yang sudah disablon.

Tentunya bisnis tersebut tak langsung menjadi besar seperti sekarang. Seperti diutarakan Ruben Liando yang menjalankan program marketing, pada awalnya usaha yang saat ini berlokasi di Jelambar, Jakarta Barat tersebut juga dimulai dari bawah. “Hanya dengan ketekunan dan membangun relasi yang ada bisnis Kami jadi berkembang,” ujar pria yang mengakui telah mendapatkan penuh order untuk acara 17 Agustus hingga lebaran dari perusahaan-perusahaan besar di tahun 2007 ini.

Faktor selanjutnya yang menentukan pengembangan usaha adalah masalah permodalan. Bamboo Konveksi, sebuah bisnis konveksi kecil hasil kerjasama Daud (di bagian konveksi) dan Andri (di bagian sablon) merasa belum terlalu beruntung mendapatkan order-order dalam partai besar.

Penghalangnya tak lain adalah masalah permodalan. Kami belum bisa menerima order dalam jumlah besar. “Seperti pilkada Jakarta kali ini misalnya. Kami belum bisa bersaing karena belum bisa mencukupi permintaan dalam jumlah besar,” ujar Andri. Untuk sementara Bamboo masih mengandalkan bahan dari supplier untuk dijahit dan kemudian disablon.

Usaha yang berdiri di akhir 2006 ini juga belum berani mengajukan kredit ke lembaga keuangan seperti bank misalnya, dengan alasan usaha belum stabil. Kendati demikian meski menerima order-orden dalam partai kecil Bamboo Konveksi menurut Andri masih bisa bertahan.

Sementara pada saat-saat pemilihan umum juga tak sedikit pebisnisdi bidang ini yang kebagian order. Para tim suksesi memerlukan sarana berkampanye, baik seperti kaos, atribut, topi dan sebagainya dalam jumlah yang besar. Apalagi jika pemilihan umum yang akan diselenggarakan secara nasional, dari satu tim sukses bisa datang permintaan 10.000 hingga 50.000 kaos dalam sekali order. Belum lagi atribut-atribut lain seperti topi, selempang kepala dan sebagainya. Jika siap mengambil posisi, keberuntungan akan menanti pebisnis.

jenis tinta sablon kaos

Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.

JENIS CAT WATERBASE:
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:

CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

Sumber: Basic Screen Printing for T-Shirt, Benny Setiawan Rahardj

industri konveksi garment dan fashion serap 4 juta tenaga kerja indonesia

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Berkembangnya industri fashion dan konveksi kaos dan jaket dengan skala besar, menengah maupun kecil di Indonesia membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional yang terbukti dengan peningkatan pendapatan devisa dari industri tersebut serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4 juta orang.

Potensi industri fashion lokal yang begitu besar serta minat konsumen mendorong dunia fashion menjadi pasar yang terbuka untuk semua kalangan. Ini juga tampak pada antusiasme insan mode dalam menyambut acara-acara fashion yang beberapa tahun belakangan semakin marak digelar. Nah, Isu tersebut melatarbelakangi tercetusnya Indonesia Fashion Week (IFW).

“Perhelatan akbar ini akan menjadi ikon industri fashion tanah air yang mempersiapkan para pelakunya untuk memasuki kancah internasional dengan cara mengemas produk lokal sesuai standar internasional sehingga bisa diterima oleh pasar global yang juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing,” ungkap Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week saat konferensi pers ajang IFW di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Dikatakannya, IFW 2012 memiliki target awal untuk menguasai pangsa pasar lokal, sebelum nantinya di tahun mendatang mengarah ke B to B. Perlu suatu gerakan untuk mengubah mindset masyarakat Indonesia bahwa produk lokal sama hebatnya dengan produk luar.

“Kita ingin membawa dunia modeling lebih jauh. Event mode di tanah air sudah cukup banyak mulai dari pergaan busana, pameran kecil, industri perdagangan busana, dan event lainnya. Tapi untuk wadah dunia fashion berskala besar belum ada, kita masih kalah dengan negara lainnya untuk ajang mengimplementasikan pameran dagang industri medeling,” ungkapnya.

Amy Wirabudi Ketua IFW mengungkapkan, IFW melibatkan 400 brand, 200 desainer, dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang dalam 4 hari. Yang terlibat Mardiana Ika, Ali Charisma, Anne Avantie, Ghea Panggabean, Carmanita, Musa Widyatmodjo, Deden Siswanto, Era Soekamto, Barli Asmara, Ardistia, Stella Risa, Oka Diputra, Lenny Agustin, Espen Salberg, Sofie. Ajang yang diselenggarakan 23-26 Februari 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ajang ini terselanggarakan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) bersama PT. Aktivasi Communication Terpadu yang merupakan bagian dari group Kompas Gramedia membuka jalan bagi insan mode Indonesia untuk menembus pasar global mulai dari perancang, peritel, hingga buyer.