Category Archives: konveksi

menerima pemesanan kemeja

konveksi kami akhir akhir ini sedang menyelesaikan berbagai macam kemeja pesanan dari palanggan kami di berbagai kota di indonesia. kebanyakan pemesan kemeja bengkel adalah dari perusahaan perusahaan atau instansi yang digunakan untuk karyawan mereka. kemeja bengkel atau kemeja seragam biasanya di produksi dengan menggunakan material kain drill. untuk kain drill sendiri ada berbagai macam jenis, ada american drill, taipan tropical, japanese drill, ada juga produk lokal seperti putra mill, pasada, pernusa, ripstop dan berbagai macam jenis lainnya. contoh contoh desain kemeja seragam atau kemeja bengkel bisa diliat pada gambar dibawah ini atau bisa juga klik link berikut :

KEMEJA

https://i0.wp.com/4.bp.blogspot.com/-dPVRtEs4Hyg/VlKMi1_4mwI/AAAAAAAABGM/2WKL1heGxxU/s1600/kemeja%2Bseragam%2Blapangan%2BPLN%2B%25281%2529.jpg?resize=465%2C578
kemeja bengkel tampak depan
https://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/-I95kVtlbycM/VlKMjr9r-WI/AAAAAAAABGU/uyuTYKTpeS0/s1600/kemeja%2Bseragam%2Blapangan%2BPLN%2B%25282%2529.jpg?resize=477%2C582

kemeja bengkel tampak belakang

untuk anda yang sedang mencari konveksi di bandung dan pemesanan kemeja bengkel silahkan memesan langsung kepada kami dengan cara menghubungi contact person di website ini atau langsung emailkan desain anda ke email kami : starkonveksi@gmail.com

kisah inspirasi maju berbisnis konveksi kaos jaket

Fauzi memulai bisnis konveksinya dari membikin kaus seragam untuk murid-murid sekolah. Sekarang, ia sudah punya 55 unit mesin jahit yang di beli dari perusahaan Distributor Mesin Jahit yang terpercaya plus merangkul puluhan klien perusahaan besar.

Kendati tidak tampak luar biasa, jangan sepelekan bisnis kaus kelas. Kaus seragam ini, lazimnya, dipesan oleh murid-murid dalam satu kelas atau satu sekolah sekadar memperlihatkan kebersamaan mereka. Nah, tidak sedikit pengusaha yang mendulang sukses dari ikatan emosi anak sekolah ini. Salah satunya adalah Fauzi Ishak yang membangun usaha konveksinya dari membikin kaus kelas seperti ini.

Saat ini Fauzi memiliki usaha konveksi bernama BEKaos. Meski menyandang nama kaus, Fauzi justru lebih banyak menggarap seragam untuk perusahaan. “Sekitar 80% pekerjaan saya sekarang adalah menjahit uniform,” tutur bapak dari tiga anak ini. Misalnya, ia baru merampungkan pesanan dari Garuda Maintenance Facility senilai Rp 1,2 miliar. Selain itu, menurut Fauzi, ia juga menggarap seragam KPC, Freeport, Trakindo, serta Aerowisata Catering.

Untuk mengerjakan pesanan kaus, Fauzi memiliki 55 unit mesin jahit (Distributor Mesin Jahit) . Jika seluruh kapasitasnya dikerahkan, Fauzi mempekerjakan sekitar 70 orang karyawan. “Tapi, dalam kondisi sekarang, memang jarang penuh. Paling cuma 35 mesin saja yang jalan,” celetuknya.Ia juga punya cara sendiri untuk meladeni pelanggan yang memesan ribuan baju dengan tenggat mepet. Kebetulan, keluarga besar Fauzi punya usaha konveksi serupa di Bandung. “Jadi, saya potong di sini, lalu saya bagikan ke Bandung,” jelas Fauzi yang pernah menggarap 50.000 potong kaus pesanan dari Aceh yang harus rampung dalam waktu dua minggu.

bisnis konveksi kaos jaket tidak ada matinya

“Terima pesanan kaos, baju seragam, kemeja, setelan training baik dalam jumlah besar atau kecil”. Demikian bunyi salah satu iklan baris di sebuah harian ibukota edisi online. Tawaran sejenis tidak hanya satu, melainkan ada beberapa.

Bisnis konveksi terus menjadi tren di kalangan pebisnisnya. Permintaan akan produk konveksi datang silih berganti dalam jumlah partai kecil hingga besar. Order dari komunitas-komunitas yang ingin menyelenggarakan acara tertentu, pakaian seragam dari sekolah-sekolah di setiap tahun ajaran baru, seragam karyawan dari perusahaan-perusahaan, dan permintaan berbagai macam konveksi untuk kepentingan pemilihan umum dan sebagainya.

Setidaknya ada beberapa hal harus dimiliki agar dapat mengembangkan bisnis ini dengan baik. Pertama adalah ketekunan dari pebisnis. Pengalaman sebuah usaha keluarga yang sekarang diberi nama PT Giordano Promandiri, pada saat berdiri hanyalah sebuah toko. Namun karena melihat peluang yang besar, usaha ini akhirnya memproduksi sendiri permintaan pelanggan dalam bentuk barang siap pakai sesuai keinginan pelanggan, dimulai pada tahun 2000. Produk ditawarkan beragam, mulai dari seragam pabrik atau kantor, t-shirt, jaket, topi, kaos hingga permintaan barang yang sudah disablon.

Tentunya bisnis tersebut tak langsung menjadi besar seperti sekarang. Seperti diutarakan Ruben Liando yang menjalankan program marketing, pada awalnya usaha yang saat ini berlokasi di Jelambar, Jakarta Barat tersebut juga dimulai dari bawah. “Hanya dengan ketekunan dan membangun relasi yang ada bisnis Kami jadi berkembang,” ujar pria yang mengakui telah mendapatkan penuh order untuk acara 17 Agustus hingga lebaran dari perusahaan-perusahaan besar di tahun 2007 ini.

Faktor selanjutnya yang menentukan pengembangan usaha adalah masalah permodalan. Bamboo Konveksi, sebuah bisnis konveksi kecil hasil kerjasama Daud (di bagian konveksi) dan Andri (di bagian sablon) merasa belum terlalu beruntung mendapatkan order-order dalam partai besar.

Penghalangnya tak lain adalah masalah permodalan. Kami belum bisa menerima order dalam jumlah besar. “Seperti pilkada Jakarta kali ini misalnya. Kami belum bisa bersaing karena belum bisa mencukupi permintaan dalam jumlah besar,” ujar Andri. Untuk sementara Bamboo masih mengandalkan bahan dari supplier untuk dijahit dan kemudian disablon.

Usaha yang berdiri di akhir 2006 ini juga belum berani mengajukan kredit ke lembaga keuangan seperti bank misalnya, dengan alasan usaha belum stabil. Kendati demikian meski menerima order-orden dalam partai kecil Bamboo Konveksi menurut Andri masih bisa bertahan.

Sementara pada saat-saat pemilihan umum juga tak sedikit pebisnisdi bidang ini yang kebagian order. Para tim suksesi memerlukan sarana berkampanye, baik seperti kaos, atribut, topi dan sebagainya dalam jumlah yang besar. Apalagi jika pemilihan umum yang akan diselenggarakan secara nasional, dari satu tim sukses bisa datang permintaan 10.000 hingga 50.000 kaos dalam sekali order. Belum lagi atribut-atribut lain seperti topi, selempang kepala dan sebagainya. Jika siap mengambil posisi, keberuntungan akan menanti pebisnis.

industri konveksi garment dan fashion serap 4 juta tenaga kerja indonesia

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Berkembangnya industri fashion dan konveksi kaos dan jaket dengan skala besar, menengah maupun kecil di Indonesia membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional yang terbukti dengan peningkatan pendapatan devisa dari industri tersebut serta penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4 juta orang.

Potensi industri fashion lokal yang begitu besar serta minat konsumen mendorong dunia fashion menjadi pasar yang terbuka untuk semua kalangan. Ini juga tampak pada antusiasme insan mode dalam menyambut acara-acara fashion yang beberapa tahun belakangan semakin marak digelar. Nah, Isu tersebut melatarbelakangi tercetusnya Indonesia Fashion Week (IFW).

“Perhelatan akbar ini akan menjadi ikon industri fashion tanah air yang mempersiapkan para pelakunya untuk memasuki kancah internasional dengan cara mengemas produk lokal sesuai standar internasional sehingga bisa diterima oleh pasar global yang juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing,” ungkap Dina Midiani, Direktur Indonesia Fashion Week saat konferensi pers ajang IFW di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Dikatakannya, IFW 2012 memiliki target awal untuk menguasai pangsa pasar lokal, sebelum nantinya di tahun mendatang mengarah ke B to B. Perlu suatu gerakan untuk mengubah mindset masyarakat Indonesia bahwa produk lokal sama hebatnya dengan produk luar.

“Kita ingin membawa dunia modeling lebih jauh. Event mode di tanah air sudah cukup banyak mulai dari pergaan busana, pameran kecil, industri perdagangan busana, dan event lainnya. Tapi untuk wadah dunia fashion berskala besar belum ada, kita masih kalah dengan negara lainnya untuk ajang mengimplementasikan pameran dagang industri medeling,” ungkapnya.

Amy Wirabudi Ketua IFW mengungkapkan, IFW melibatkan 400 brand, 200 desainer, dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang dalam 4 hari. Yang terlibat Mardiana Ika, Ali Charisma, Anne Avantie, Ghea Panggabean, Carmanita, Musa Widyatmodjo, Deden Siswanto, Era Soekamto, Barli Asmara, Ardistia, Stella Risa, Oka Diputra, Lenny Agustin, Espen Salberg, Sofie. Ajang yang diselenggarakan 23-26 Februari 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ajang ini terselanggarakan APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) bersama PT. Aktivasi Communication Terpadu yang merupakan bagian dari group Kompas Gramedia membuka jalan bagi insan mode Indonesia untuk menembus pasar global mulai dari perancang, peritel, hingga buyer.

jaket varsity jacket varsity

jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity   jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity   jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket

https://i0.wp.com/www.mountolympusawards.com/images/letterjacketcol.jpg?w=625

varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity   jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity   jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity jacket varsity jaket varsity Continue reading

Konveksi tempat bikin seragam, jaket, kaos, training harga murah kualitas bagus

STAR KONVEKSI menerima pesanan dan memproduksi sendiri berbagai macam bahan konveksi seperti pembuatan jaket, jumper, seragam, kaos, t-shirt, training, tas, dan topi untuk keperluan seminar, organisasi, olah raga, pemilu, promosi, diklat, outbound, raker, lokakarya, munas, musda, atribut kampanye, jamaah haji, wisuda, dan lain-lain.

Kualitas OK

Kami selalu berusaha untuk memperhatikan secara detail hasil pekerjaan kami dari mulai pemilihan bahan yang baik (kualitas benang dan celupan warnanya), kualitas jahitan, sablon,dan bordir komputer yang baik, harga yang kompetitif, sampai pada ketepatan waktu pengerjaan sesuai dengan permintaan klien. Hal-hal yang kami sebutkan diatas sangat kami jaga keberadaannya sebab erat hubungannya dengan kepercayaan yang sudah diberikan pelanggan terhadap kami.

Kami menerima kritik dan saran dari pelanggan, yang kami anggap sebagai cambuk demi kemajuan dan kematangan perusahaan kami.

untuk pemesanan silahkan menghubungi nomer berikut ini : 085649000440

daftar harga konveksi bandung

1. JAS KOAS
– Drill Nagata 70.000
– Drill Hisoffie 75.000
– Drill Taipan 80.000
– High-twist 60.000 – 150.000

2. JAKET
– Mikro Tunggal 70.000
– Mikro – Hisoffie 90.000
– Mikro – Nagata 88.000
– Parasit Tunggal 60.000
– Parasit – Hisoffie 80.000
– Parasit – Nagata 77.000
– Hisoffie 85.000
– Nagata 80.000
– Taipan 90.000
– Fleice 85.000
– High-twist 60.000 – 150.000

3. JAS LABORATORIUM
– Oxford Golden 40.000
– Oxford Rajawali 35.000

4. JAS PPK
a. Hisoffie 75.000
b. Nagata 70.000
c. Taipan 80.000
d. High-twist 60.000 – 150.000

5. JAS ALMAMATER
a. Drill nagata 70.000
maupun bordir.
b. High-twist 60.000 – 150.000

 

ps : daftar harga ini sudah lama, untuk update harga silahkan email desain anda ke starkonveksi@gmail.com untuk update harga baru. terima kasih

sejarah hoodie dan jumper

Desain karakteristik termasuk kantong frontal besar, hood atau tudung kepala, dan (biasanya) satu tali untuk menyesuaikan pembukaan tudung. Mereka kadang-kadang dipakai dengan celana olahraga. Beberapa hoodie memiliki ritsleting pada mereka untuk memudahkan melepas seperti laiknya jaket. Hoodie ini kadang-kadang disebut zip-up hoodies.

https://i0.wp.com/keetsa.com/blog/wp-content/uploads/2007/06/hoodies.jpg?w=625

Istilah Hoodie

Istilah hoodie mulai populer di tahun 1990, tapi kemunculan awalnya bahkan udah lebih berabad-abad jauh sebelum tahun itu. Sejarah garmen spesifik dimulai pada tahun 1930-an, tetapi preseden sejarah gaya dan bentuk hoodie kembali ke abad pertengahan. Hoody pada awalnya adalah pakaian formal untuk biarawan Katolik. Lalu oleh perusahaan Champion, hoodie dipasarkan sebagai seragam bagi para buruh pabrik makanan beku di New York. Popularitasnya meroket ketika digunakan oleh Claire McCardell, seorang desainer pakaian olahraga, di seluruh koleksi desainnya.

Hoodie mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1970an, yakni ketika booming hip-hop di Amerika. Bagi hip-hopers, hoody  dianggap sebagai simbol anonimitas, karena hoody ini bisa menyembunyikan wajah dari seseorang, dimana pada masa itu, isu rasial di Amerika juga masih sensitif, dan hoody dianggap menjadi sebuah pelindung dari kekerasan ras yang sering dialami orang kulit hitam disana. Tapi bagi sebagian orang justru sisi anonimitas hoodie ini dianggap negatif karena dapat memacu timbulnya niat kriminalitas. Tapi semua anggapan itu lama-lama hilang digantikan oleh kemunculan hoodie di lini High Fashion yang dikeluarkan oleh Norma Kamali yang memberikan kesan glamor dan mewah pada setiap rancangan hoodienya.

Pada tahun 1990an, hoodie mulai menjadi statement clothes bagi skaters dan surfers di masa itu, dimana semuanya berkisar diantara umur 14-28 tahun, dan sampai sekarang pemakai hoodie dari sisi demografik ini terus bertahan

Persepsi Hoodie di Negara Lain

Amerika Utara
Di Amerika Utara (di mana dalam banyak bagian cuaca musim dingin secara rutin akan jauh lebih dingin daripada di Inggris) hoodie dipilih oleh banyak orang sebagai pilihan kasual untuk kehangatan dan perlindungan terhadap angin. Banyak perguruan tinggi dan universitas di Amerika dan Kanada membuat seragam hoody mereka sendiri dengan nama civitas akademika mereka di dada.
Hoodie adalah pilihan busana umum untuk olahraga ringan seperti jogging dan berjalan. Hoodies kemudian umum dianggap sebagai pakaian kasual dan sering dikenakan di atas T-shirt .

United Kingdom
Di Inggris, hoodie telah menjadi subyek dari banyak kritik, beberapa pengutil telah menggunakan tenda untuk menyembunyikan identitas mereka dari CCTV kamera di pusat perbelanjaan.

Pada bulan Mei 2005, Bluewater, pusat perbelanjaan di Kent menyebabkan kemarahan publik karena meluncurkan kode etik yang melarang pembeli dari hoody olahraga atau topi baseball , meskipun pakaian lain tetap dijual. John Prescott, menyatakan bahwa ia merasa terancam dengan kehadiran remaja berkerudung di sebuah stasiun layanan jalan tol. [10] Kemudian Perdana Menteri Tony Blair secara terbuka mendukung sikap ini dan bersumpah untuk melarang pada perilaku anti-sosial dengan pemakai hoody yang kadang-kadang terkait. Yang berbasis di London rapper Lady Sovereign menerbitkan sebuah “single yang berjudul Hoodie ” sebagai bagian dari kampanye Save the Hoodie”

https://i0.wp.com/keetsa.com/blog/wp-content/uploads/2007/06/hoodies.jpg?w=625

Pada tahun yang sama pula, Coombeshead College di barat-selatan Inggris, memungkinkan hoodie untuk menjadi bagian dari anak-anak seragam sekolah , namun hood bisa dipasang jika hujan turun. Kepala sekolah, Richard Haigh, menyatakan bahwa langkah tersebut akan membantu menenangkan sebagian dari apa yang disebut “histeria” pakaian.

Selandia Baru
“Hoody Nasional Day”, sebuah inisiatif pro-pemuda untuk menantang stereotip pemuda, diluncurkan pada Mei 2008 di Selandia Baru . Kampanye ini menghasilkan kritik di sejumlah tingkatan dalam pemerintahan.

Yunani
Sebagai buntut dari kerusuhan 2008 Yunani , pemimpin Populer Ortodoks Rally , Georgios Karatzaferis , meminta Parlemen Yunani untuk menangkap dan membawa ke pengadilan seseorang yang mengenakan hoodie dengan tanpa alasan apapun.